kata orang membaca novel itu serasa bercermin, benarkah? saya sendiri enggak tahu, dan lebih sepakat bahwa masing-masing orang memiliki reaksinya sendiri-sendiri. tetapi setidaknya saya sendiri berusaha merekam pengalaman-pengalaman saya dalam membaca sastra dengan jalan menulis tentang sastra, sesuatu yang terus terang, saya lebih pede menulisnya ketimbang geology. tentu saja bukan karena sok-sok-an makanya saya bersastra ria, tetapi saya tak habis pikir bagaimana hidup ini tanpa sastra. atau tepatnya saya punya pertanyaan, gimana ya hidup ini tanpa sastra? kok bisa ya ada orang yang bisa hidup tanpa sastra? tentang ini saya kadang-kadang berfikir, atau membandingkan hidup tanpa sastra selaksa hidup tanpa oksigen, hp, internet, kopi, atau juga toilet. kok bisa ya? kok bisa ya? anda tertarik? klik terus, halaman ini berisi tulisan-tulisan tentang sastra, SELENGKAPNYA…