Pernahkah anda mendengar dimana atau membaca di warung makan mana gitu menu telur bakar? Hmmm…, telur bakar? Kalau terlur mata sapi, telor ceplok, atau telor dadar dapat dipastikan bahwa anda sudah sangat akrab dengan itu. Atau juga telur rebus dan telur asin, sudah pasti anda kenal. Tapi telur bakar?
Tidak mudah membakar telur. Pertimbangannya tentu saja berada pada dua ekstrim: di satu sisi memastikan bahwa telur matang, dan di sisi yang lain menjaga agar telur jangan sampai mbledosh (meledak). Karena kalau api yang anda gunakan untuk membakar telur terlalu besar, maka dipastikan telur akan meledak, dan gagallah menu telur bekar yang anda rencanakan. Tulisan ini akan berjuang untuk menjelaskan bagaimana cara membakar telur. Dan perlu diketahui, teknik membakar telur ini saya lihat di salah satu Desa di sebelah timur tanggul Lumpur Lapindo, Porong. Ternyata para peternak bebek di sana sudah sejak lama mempraktikkan teknik membakar telur ini.

membakar jerami
Langkah pertama adalah mengumpulkan setumpuk jerami kering dan membakarnya. Pada tahap ini anda tidak perlu memasukkan telur dulu, karena yang anda butuhkan adalah jerami yang sudah terbakar, tetapi masih menyisakan bara api pada tangkai dan daun-daun padi. Kalau anda memasukkan telur sewaktu jerami kering masih mengeluarkan lidah api, maka dapat dipastikan telur bebek akan mbledosh.
Setelah jerami terbakar dan menyisakan bara api, dengan menggunakan alat bantu, misalnya sepotong kayu, silahkan anda tata sedemikian rupa bara-bara itu. Cara yang paling bagus sepertinya adalah dengan menata jerami sehingga membentuk cekungan: di tengah rendah dan di pinggir-pinggirnya tinggi. Jangan lupa sisihkan sebagian jerami yang masih membara ke pinggir. Jerami yang disisihkan ini nantinya akan berguna untuk menutupi telur. Bentuk cekungan ini akan menjaga telur yang akan anda bakar tidak bergulir keluar dari bara jerami. Setelah bentuk cekungan ini anda dapatkan, maka silahkan tata telur-telur yang akan anda bakar di dalam jerami tersebut. Sebaiknya disusun satu lapis saja, jangan dibuat bertingkat. Hal terakhir ini untuk memastikan bahwa telur yang anda bakar benar-benar matang, mengingat sumber panas yang digunakan hanyalah bara jerami, bukan nyala api. Kalau telur disusun secara bertingkat, dikhawatirkan akan ada telur yang tidak matang. (more…)
